Macam-macam distro linux

a. Slackware

Slackware merupakan distributor pertama yang mengenalkan Linux. Distributor ini merupakan distributor yang paling tua dan masih “tradisional”. Karena segala sesuatunya harus menggunakan teks dan lebih dekat dengan sistem UNIX. Tahap instalasinya juga masih menggunakan modus teks, sehingga kita harus dituntut benar-benar mengetahui hardware yang ada di dalam komputer kita. Namun untuk server distributor ini cukup dikenal dengan kemudahan dan kerumitannya. Saat ini versi terbaru dari Slackware Linux adalah versi 7.0

b. Red Hat

RedHat merupakan distributor yang cukup terkenal diwilayah Asia dan Amerika. Kebanyakan RedHat digunakan sebagai server, karena sudah terbukti kestabilannya dan banyak utilits pendukungnya. Dan lagi yang menjadi patokan untuk beberapa distributor adalah RPM yang digunakan oleh RedHat menjadi sangat populer di beberapa kalangan pengguna Linux. RPM (RedHat Packet Manager) digunakan untuk menginstal paket-paket yang belum sempat terinstall apabila kita memilih instalasi standar. Versi terbaru dari RedHat Linux adalah versi 7.0

c. SuSE

SuSE merupakan distributor dari Jerman dan lebih terkenal di kawasan Eropa. SuSE merupakan distributor pertama yang menyertakan bahasa Indonesia dalam instalasinya. Distributor ini dikenal dengan kemudahan dalam konfigurasi, dengan menggunakan YaST (Yet another Setup Tools). Dan juga paket program yang disediakan oleh distributor ini sangat banyak, namun juga memerlukan hardware yang cukup tinggi. Saat ini versi terbaru dari distributor ini adalah versi 7.1 yang dikemas dalam 10 CD.

d. Mandrake

Mandrake merupakan turunan dari RedHat Linux. Distributor ini merupakan distributor yang cukup dikenal di Indonesia karena kemudahan dalam instalasinya dan pengoperasiannya. Oleh sebab itu jika digunakan dalam jaringan disarankan untuk menggunakan distributor ini sebagai workstationnya dan RedHat sebagai servernya. Walaupun demikian bukan berarti Mandrake tidak powerful untuk server, tapi karena cukup familiar dengan pengguna yang awam. Saat ini versi terbaru dari Mandrake adalah versi 7.2

e. Trustix Linux Merdeka

Trustix Linux Merdeka merupakan hasil karya dari programmer Indonesia. Distributor ini dibuat untuk memenuhi keinginan dari masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat TI pada khususnya untuk menggunakan Linux yang berbahasa Indonesia dalam pengoperasiannya. Distributor ini baru dirilis pada tahun 2000 yang lalu sehingga masih belum banyak beredar. Trustix. Linux Merdeka merupakan proyek dari Trustix Linux yang berkantor pusat di Amerika.

Distro Linux (singkatan dari distribusi Linux) adalah sebutan untuk sistem operasi komputer dan aplikasinya, merupakan keluarga Unix yang menggunakan kernel Linux. Distribusi Linux bisa berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa perangkat lunak komersial seperti Red Hat Enterprise, SuSE, dan lain-lain.

Ada banyak distribusi atau distro Linux yang telah muncul. Beberapa bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, DSL, dan sebagainya.

Untuk mendapatkan distro linux, anda dapat mendownloadnya langsung dari situs distributor distro bersangkutan, atau membelinya dari penjual lokal.Daftar isi [sembunyikan]
1 CD Linux
2 Daftar distribusi Linux
2.1 Distribusi bebas berbasis Debian
2.2 Distribusi berbasiskan RPM
2.3 Distribusi bebas berbasis Slackware
2.4 Distribusi bebas berbasis lainnya
3 Pranala luar

[sunting]
CD Linux

CD Linux (maksudnya CD Distro Linux atau CD Sistem Operasi dan aplikasi Linux) adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut CD distribusi Linux secara umum.

CD Linux biasanya didapatkan dengan mem-burn/menulis sebuah berkas ISO distro Linux ke CD kosong. CD Linux dapat anda dapatkan gratis ataupun berbayar.

[sunting]
Daftar distribusi Linux

Distribusi-distribusi Linux dapat dikategorikan berdasarkan sistem manajemen paket, bebas dan tidak, tujuan pembuatan, perangkat lunak dasar yang digunakan, dan lain sebagainya.

[sunting]
Distribusi bebas berbasis Debian
64Studio
Adamantix
Amber Linux
BeatrIX
Bonzai Linux
Debian
Debian-BR-CDD
DeveLinux
Elive
Finnix
GenieOS
Gnoppix
Guadalinex
Hiweed
Kalango
Kanotix
Knoppix
Kuliax (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
Kurumin
LinEx
Loco Linux
MeNTOPPIX
Morphix
NepaLinux
PingOO
Skolelinux
Sun Wah RAYS LX
Symphony OS
Ubuntu
BlankOn Linux (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
Dewalinux (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
Briker (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
Edubuntu
Kubuntu
Xubuntu
De2
Xandros
Zen Linux

[sunting]
Distribusi berbasiskan RPM
aLinux
ALT Linux
Annvix
Ark Linux
ASPLinux
Aurox
Berry Linux
BLAG Linux and GNU
BlankOn versi pertama (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
Caixa Mágica
cAos Linux
CentOS
Cobind
Conectiva
EduLinux
Engarde Secure Linux
Fox Linux
IGOS Nusantara (sebuah distro linux yang dikembangkan Indonesia)
Linux Mobile System
Magic Linux
Mandriva Linux (dahulu bernama Mandrake Linux)
NOPPENLINUX
PCLinuxOS
PCQLinux2005
PLD Linux Distribution
QiLinux
Red Hat Linux:
Fedora Core
Red Flag Linux
Scientific Linux
Vine Linux
White Box Enterprise Linux
Yellow Dog Linux
Sesco Linux: A secure Linux distribution, solely recompiled from the source distributed under GPL by Sesco information Systems Inc., (in RPM-based distributions).
SUSE Linux
Tinfoil Hat Linux
Trustix
Ulteo
YOPER (“Your Operating System”)

[sunting]
Distribusi bebas berbasis Slackware
AliXe
Austrumi
BackTrack
Bluewhite64 Linux
CD Forum Linux (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
College Linux
Cytrun Linux
DARKSTAR
DeepStyle
easys GNU/Linux
Frugalware
Hardened Linux
Kate OS
MooLux
Plamo Linux
SLAX
Sauver
Singkong Linux (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
Slackintosh
Slackware
Slamd64
Splack Linux
targeT Linux (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
TopologiLinux
Truva Linux
Ultima Linux
Vector Linux
Wolvix
0×7F GNU/Linux
ZenCafe Linux (sebuah distro Linux yang dikembangkan Indonesia)
Zenwalk Linux (dulu MiniSlack)

[sunting]
Distribusi bebas berbasis lainnya

Distribusi-distribusi Linux berikut ini memakai sistem manajemen paket sendiri, gabungan atau tidak sama sekali
Arch Linux (dengan sistem manajemen paket Pacman)
Coyote Linux (distro Router/firewall)
CRUX (menggunakan manajemen paket berbasis tar.gz yang sederhana, BSD-style initscripts)
DD-WRT (embedded firewall)
DeLi Linux (kombinasi Slackware dan CRUX)
Devil-Linux (distro firewall/router/server)
DSLinux (Linux untuk Nintendo DS)
dyne:bolic (instalasi software baru cukup dengan menyalin [copy] ke direktori tertentu)
Familiar Linux (distro untuk iPAQ handhelds)
Fli4l (distro yang muat dalam satu floppy disk)
Foresight Linux (menggunakan sistem manajemen paket Conary)
FREESCO (router)
GeeXboX (media center)
GoboLinux (manajemen paket sendiri yang menggunakan symlink)
Hikarunix (distro khusus untuk main Go)
IPCop (distro Router/firewall)
iPodLinux (linux untuk Apple iPod berbasis µCLinux kernel)
Jlime (distro untuk HP Jornada 6xx dan 7xx dan NEC MobilePro 900(c) handhelds)
Lunar Linux (distro berbasis source code)
MCC Interim Linux (mungkin ini distro Linux pertama; dibuat oleh Manchester Computing Centre di bulan February 1992)
MkLinux distro untuk PowerPC, menjalankan Linux kernel sebagai server di atas Mach microkernel)
Mobilinux (buatan Montavista untuk smartphones)
MontaVista Linux (embedded systems distro buatan MontaVista Software)
NASLite (distro floppy-disk untuk menjalankan perangkat Network Attached Storage / NAS)
Nitix (autonomic server buatan Net Integration Technologies Inc.)
OpenWrt (embedded firewall)
Pardus (buatan Turki; menggunakan sistem manajemen paket PISI, dan COMAR configuration framework)
PS2 Linux (distro Sony Computer Entertainment unuk PlayStation 2 video game console)
Puppy Linux (sistem manajemen paket PetGet dan DotPup; tapi mulai versi 3 juga bisa menggunakan paket Slackware)
Rocks Cluster Distribution (untuk computer cluster = gabungan beberapa komputer menjadi satu super komputer)
rPath (menggunakan sistem manajemen paket Conary)
Sentry Firewall (firewall, server sistem)
SliTaz GNU/Linux
Smallfoot
SmoothWall (router/firewall)
Softlanding Linux System (salah satu distro tertua, dibangun tahun 1992-1994; basis awal Slackware)
Sorcerer (berbasis source code)
Source Mage GNU/Linux (berbasis source code)
Tinfoil Hat Linux (distro floppy-disk)
tomsrtbt (root boot disk)

Buffon Kritik Klub Elit Italia
Gianluigi Buffon
(ist)

INILAH.COM, Turin – Kiper Juventus Gianluigi Buffon mengeritik klub-klub Italia, yang dianggapnya tidak memiliki kesabaran untuk menunggu perkembangan kiper-kiper muda Italia. Buffon menilai, klub-klub Italia lebih mempercayai kiper asing.

Banyak pihak yang beranggapan bahwa Italia sedang mengalami krisis kiper saat ini. Pasalnya hingga kini Gli Azzurri belum bisa menemukan pengganti yang sepadan untuk Buffon. Terlebih saat ini mantan kiper Parma tersebut sudah rentan cedera.

Italia memang memiliki Marco Amelia (Palermo) dan Gianluca Curci (Siena), namun keduanya dianggap belum pantas menggantikan Buffon. Apalagi keduanya hanya bermain di klub medioker, yang hanya berlaga di liga domestik tanpa pernah merasakan ketatnya turnamen Eropa seperti Liga Champions atau Piala UEFA.

Melihat situasi seperti ini, Buffon akhirnya angkat bicara. Dalam sebuah acara pencarian bakat kiper-kiper muda Italia, Buffon menegaskan bahwa klub-klub besar Italia terlalu percaya terhadap kiper asing.

“Di Serie A, kehadiran kiper-kiper seperti Alexander Doni (AS Roma) dan Julio Cesar (Inter Milan), mencegah banyak kiper Italia dari penampilan di level yang sama. Kiper asing ini kurang mendapat tekanan,” ujar Buffon.

Kiper 31 tahun ini kemudian menegaskan bahwa klub-klub besar Italia kurang bersabar menunggu perkembangan kiper-kiper muda Italia.

“Mereka hanya fokus mengambil kiper-kiper dewasa yang telah memiliki banyak pengalaman. Ini sangat merugikan Italia,” pungkasnya.

  • ROMA – Wakil Presiden AC Milan Adriano Galliani tengah khawatir terhadap keamanan pemainnya Kaka. Dia meminta wasit memnjamin keamanan pemainnya, terkait tekel-tekel keras yang sering dilancarkan para pemain lawan terhadap Kaka.

    Karier Pemain Terbaik Dunia 2007 itu dikhawatirkan berhenti di tengah jalan. Itu setelah Milan mengklaim bahwa pemainnya seringkali mendapat pelanggaran-pelanggaran keras dari pemain lawan.

    Milan khawatir karier pemain Brasil itu akan berakhir sama seperti mantan pemainnya Marco van Basten. Galliani tidak ingin ambisi timnya meraih gelar Liga Champions, dan merebut gelar scudetto hangus, hanya gara-gara bintangnya itu gagal melanjutkan permainan.

    “Sayangnya wasit banyak memberikan toleransi kepada pelanggaran-pelanggaran keras yang dilakukan pemain lawan. Bukan hanya terhadap Kaka. Tapi pemain lainnya juga mendapatkan pelanggaran yang sama,” kecam Galliani, seperti disitat AFP, Jumat (29/2/2009).

    Kaka memang baru saja pulih dari cedera. Tapi, cedera itu didapatkannya karena cedera lutut biasa. Milan akan menjamu Lazio di Stadion San Siro, Sabtu (1/3/2008). Setelah itu Rossoneri akan kembali menghadapi Arsenal, pada leg 2 Liga Champions. Pada leg 1 kedua tim hanya mampu bermain imbang 0-0.

Almost Easy
I feel insane every single time
I’m asked to compromise
Cause I’m afraid and stuck in my ways
And that’s the way it stays
So how long did I expect love to outweigh ignorance?
By that look on your face I may have forced the scale to tip

I’m not insane, I’m not insane
I’m not insane, I’m not – not insane

(Mother)
Come back to me, it’s almost easy
(Said it all)
Come back again, it’s almost easy

Shame pulses through my heart
From the things I’ve done to you
It’s hard to face, but the fact remains
That this is nothing new

I left you bound and tied with suicidal memories
Selfish beneath the skin
But deep inside I’m not insane.

I’m not insane, I’m not insane.
I’m not insane, I’m not – not insane.

(Mother)
Come back to me, it’s almost easy
(Said it all)
Come back again, it’s almost easy
(You’ll learn your lesson)
Come back to me, it’s almost easy
(But first you fall)
Come back again, it’s almost easy

Now that I’ve lost you it kills me to say
(Hurts to say)
I’ve tried to hold on as you’ve slowly slipped away.
I’m losing the fight.
I’ve treated you so wrong, now let me make it right.
(Make it all right)

I’m not insane, I’m not insane. Ha Ha Ha Ha Ha
I’m not insane, I’m not – not insane.

(Mother)
Come back to me, it’s almost easy
(Said it all)
Come back again, it’s almost easy
(You’ll learn your lesson)
Come back to me, it’s almost easy
(But still you fall)
Come back again, it’s almost easy

Dear God
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that I was there
Back where I’d love to be, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

There’s nothing here for me on this barren road
There’s no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can’t help but think of the times I’ve had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade…

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around
when I’m much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

TENTANG PERAYAAN 17 AGUSTUS DAN PENGKHIANATAN TERHADAP REVOLUSI

Tidak lama lagi bangsa kita akan merayakan Hari Proklamasi 17 Agustus yang ke 57 kalinya. Di tengah-tengah kesibukan kehidupan sehari-hari yang penuh hiruk-pikuk tentang persoalan politik, ekonomi, sosial, agama dan moral, banyak di antara bangsa kita yang sudah lupa akan arti penting hari besar nasional kita ini. Banyak pula di antara rakyat kita, yang karena beratnya himpitan kehidupan sehari-hari, maka terpaksalah hanya ikut merayakannya secara rutine saja, atau, bahkan, tidak bisa ikut merayakannya sama sekali. Atau, bahkan banyak yang tidak peduli lagi akan arti penting perayaan hari besar nasional kita ini. Sungguh, suatu hal yang menyedihkan, yang patut menjadi renungan hati nurani kita semuanya. Dan, lagi pula, renungan yang sedalam-dalamnya.

Sebab, kiranya tidaklah dapat disangkal lagi, bahwa sejak Orde Baru ditancapkan di negeri kita oleh regim militer Suharto dkk, maka – pada hakekatnya – arti perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus sudah mengalami distorsi besar-besaran, atau pengebirian yang tidak tanggung_tanggung. Kalau ditelaah dalam-dalam, maka nayatalah bahwa sejak Orde Baru di dibangun oleh regim militer (artinya : Golkar ditambah ABRI beserta para pendukung-pendukungnya) maka terjadi pemandulan yang melumpuhkan semangat perjuangan revolusioner bangsa kita. Sejak itu, perayaan 17 Agustus sudah kehilangan ciri-ciri aslinya yang sejak tahun 1945 sampai 1965 telah menjadikannya sebagai sumber semangat perjuangan revolusioner bagi rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Memang, selama pemerintahan Orde Baru, Hari Proklamasi 17 Agustus juga selalu dirayakan setiap tahun. Upacara penaikan bendera pusaka diselenggarakan dengan khidmat, pidato-pidato para pejabat – yang isinya kebanyakan berupa pemamahbiakan jargon-jargon politik yang kosong atau palsu – diperdengarkan di kalangan pemerintahan pusat maupun daerah-daerah. Resepsi dengan pakaian seragam Golkar atau Korpri diadakan dengan meriah di setiap gubernuran, kabupaten dan kecamatan, lengkap dengan kehadiran ibu-ibu dari Dharma Wanita dengan pakaian dan hiasan yang mewah-mewah. Segala macam acara dan panitia telah disusun, dengan anggaran-anggaran yang digelembungkan. Rakyat di desa-desa juga digiring (dikerahkan) untuk berpesta-pora dengan beraneka-ragam upacara dan acara, dari memanjat pohon jambe, lomba lari dengan karung, atau meramaikannya dengan bunyi mercon dan kembang api.dan suara dangdut. Tetapi, apa saja yang berdiri di belakang itu semua?
ORDE BARU TELAH MEMBUNUH REVOLUSI

Barangkali, kalimat yang berikut terasa agak terlalu polos, atau kedengaran “gegabah” bahkan nampak “sembarangan” ketika dikatakan bahwa Orde Baru yang dibangun regim militer Suharto dkk telah membunuh revolusi bangsa Indonesia. Sampai di manakah kebenaran (atau kesalahan) ungkapan ini, barangkali para pakar sejarah, para pakar politik, dan pakar-pakar lainnya dalam masyarakat, dapat merenungkannya dan memberikan sumbangan bagi pencerahan yang setepat-tepatnya dan seadil-adilnya.

Sebab, apa yang telah dilakukan oleh Orde Baru selama lebih dari 32 tahun, dengan jelas menunjukkan betapa besarnya kerusakan terhadap apa yang dibangun oleh para pejuang dan perintis kemerdekaan bangsa kita. Pada hakekatnya, dengan pembunuhan besar-besaran tahun 1965 dan penangkapan ratusan ribu tahanan politik, yang diperkuat dengan penggulingan Presiden Sukarno serta penahanannya, maka perjuangan revolusioner yang dilancarkan oleh rakyat Indonesia telah ditelikung atau dikhianati oleh Orde Baru. Sejak itu, setiap kali 17 Agustus dirayakan, maka setiap kali itu pula Orde Baru menjatuhkan pukulan beratnya kepada cita-cita revolusi bangsa Indonesia. Memang, teks proklamasi dibacakan kembali pada kesempatan semacam itu, tetapi tanpa penghayatan yang dalam (atau, yang benar) tentang arti proklamasi itu sendiri. Para tokoh pembangun Orde Baru tidak bisa (atau tidak mau!) mengerti bahwa proklamasi 17 Agustus adalah puncak dari perjuangan panjang yang telah puluhan tahun dilancarkan oleh berbagai suku rakyat Indonesia lewat pemimpn-pemimpin mereka, termasuk Bung Karno. Dengan menggulingkan dan “ memenjarakan” Bung Karno, pada hakekatnya Orde Baru telah “memenjarakan” revolusi bangsa Indonesia, yang lewat jurubicaranya (Bung Karno), sedang melakukan perjuangan terhadap neo-kolonialisme dan imperialisme, dalam konteks waktu itu.
DIPERLUKAN KEPEMIMPINAN NASIONAL YANG KUAT

Kali ini, bangsa kita merayakan Hari Proklamasi 17 Agustus ketika berbagai krisis multi-dimensional sedang melanda dengan dahsyatnya negeri kita. Begitu banyaknya persoalan-persoalan rumit dan gawat sedang bertumpuk-tumpuk, sehingga banyak di antara kita yang tidak tahu lagi apa jadinya bangsa dan rakyat kita nantinya di kemudian hari. Utang luarnegeri kita sudah sedemikian besarnya, sehingga anak-cucu kita pun harus ikut menangungnya dengan berat di kemudian hari. Utang dalamnegeri pun merupakan beban yang amat besar, sedangkan pengangguran (yang sudah mencapai lebih dari 40 juta) akan diperparah lagi dengan diusirnya 480 000 orang TKI dari Malaysia. Korupsi di kalangan atas masih berjalan terus, baik di kalangan atas eksekutif, legislatif, judikatif; bahkan di kalangan agama (Menurut harian Republika 9 Agustus 2002, pihak kejaksaan saat ini sedang melakukan pemeriksaan laporan Inspektorat Jenderal Dep. Agama mengenai dugaan adanya penyimpangan senilai Rp 116 milliar di lingkungan Dep. Agama !).

Kegagalan pembrantasan korupsi yang sudah mengganas di kalangan atas selama puluhan tahun ini menunjukkan bahwa kerusakan sistem hukum dan peradilan punya hubungan yang erat dengan kerusakan moral. Kerusakan moral inilah yang juga menyebabkan adanya keruwetan-keruwetan politik, baik di kalangan DPR maupun MPR atau di masing-masing partai politik dan golongan. Perebutan secara kotor untuk menggaet kekuasaan, pengaruh, kedudukan sering dilatarbelakangi oleh perhitungan pencarian peluang untuk maling dana guna kepentingan pribadi atau kepentingan golongan. Banyak pejabat-pejabat tingkat propinsi dan kabupaten (bahkan kecamatan) menjadikan pelaksanaan otonomi daerah sebagai “objek” untuk operasi-operasi selingkuh.

Dalam situasi yang keruh begitu itu, sisa-sisa kekuatan Orde Baru (di kalangan Golkar, militer dan partai-partai) tidak segan-segan menggunakan sentimen suku dan agama untuk menimbulkan berbagai problem yang eksplosif. Di antara mereka ada yang menggunakan Syariat Islam atau Piagam Jakarta sebagai alat untuk melakukan beraneka-ragam intimidasi politik, bahkan juga fisik. Agama Islam telah dikotori oleh sikap-sikap yang menunjukkan kecupetan fikiran (di antara begitu banyak contohnya, yang terbaru adalah peristiwa ancaman Majelis Mujahidin terhadap SCTV dan RCTI tentang tayangan iklan Islam Warna Warni). Makin terasalah akhir-akhir ini betapa pentingnya masalah kepemimpinan nasional, baik secara politik maupun moral. Namun, kepemimpinan nasional semacam itu tidak bisa diharapkan dari orang-orang yang masih bersimpati kepada Orde Baru. Sebab, pengalaman pahit lebih dari 32 tahun sudah menunjukkan bahwa dari orang-orang yang bersimpati kepada Orde Baru tidak bisa diharapkan adanya kepemimpinan yang baik bagi kepentingan rakyat banyak.

SITUASI INTERNASIONAL BEROBAH TERUS

Kali ini, kita akan merayakan Hari Proklamasi 17 Agustus dalam situasi nasional dan internasional yang berbeda dengan yang tahun 1945 dan juga yang tahun 1965. Bung Karno, antara 1945 sampai 1965 setiap tahunnya telah memberikan wejangan kepada bangsanya lewat pidato-pidatonya tentang apa arti revolusi untuk kemerdekaan dan perjuangan rakyat untuk mencapai masayarakat adil dan makmur. Pidato-pidato kenegaraan beliau ini dapat dibaca kembali dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi. Berlainan dengan pidato-pidato Suharto dan tokoh-tokoh Orde Baru lainnya, isi pidato beliau selalu sarat dengan pendidikan politik dan moral, dalam rangka “nation and character building”. Bung Karno selalu menganjurkan diteruskannya perjuangan revolusioner, dalam membangun dan mengkonsolidasi kemerdekaan Republik Indonesia, demi kepentingan rakyat terbanyak.

Bung Karno telah berjuang selama lebih dari 40 tahun (sejak usia muda beliau di tahun duapuluhan ) sebagai tokoh pemersatu bangsa. Melalui tulisan-tulisan dan pidato-pidato beliau (antara lain : Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme, Indonesia Menggugat, lahirnya Pancasila, Manifesto Politik, Tahun Vivere Pericoloso, To Build the World Anew dll dll dll) beliau telah membuktikan diri bukan saja sebagai pemersatu bangsa kita yang terdiri dari banyak suku dan agama, melainkan juga yang terdiri dari berbagai aliran politik, dalam melawan musuh bersama, waktu itu. Tidak bisa disangkal bahwa Bung Karno adalah pemimpin besar rakyat Inonesia pada jamannya, waktu itu. Sebagai seorang penganut Muhammadiyah, beliau dihormati oleh kalangan NU, dan oleh kalangan partai-partai (kecuali kalangan Masyumi dan PSI, yang terang-terangan mendukung pembrontakan PRRI-Permesta yang disokong oleh Amerika Serikat, waktu itu).

Sekarang, situasi dunia sudah banyak berobah. Perang dingin sudah lewat (secara garis besar), dengan ambruknya Uni Soviet dan munculnya kekuatan RRT dan juga dengan lahirnya Uni Eropa. Amerika Serikat, sebagai kekuatan politik, ekonomi dan militer yang terbesar di bidang internasional, terus memainkan perannya yang dominan. Aliansi baru atau persekutuan baru silih berganti. Yang tadinya musuh sekarang bisa menjadi sekutu, dan sebaliknya, dan sistem pemerintahan bisa pula berganti-ganti di banyak negeri. Berkat adanya kemajuan teknologi, persoalan ekonomi dunia makin menjadi lebih rumit dan lebih ruwet. Adalah menyedihkan sekali, bahwa dalam situasi dunia yang mengalami perobahan dan goncangan-goncangan yang begitu besar, sebagian besar bangsa kita kita masih belum bisa melepaskan diri dari cengkeraman sisa-sisa kebudayaan berfikir Orde Baru.
PERJUANGAN RAKYAT JALAN TERUS!

Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus mengingatkan kita semua akan panjangnya jalan yang sudah ditempuh oleh bangsa Indonesia, di bawah pimpinan Bung Karno beserta kawan-kawannya (termasuk Bung Hatta), dalam perjuangan merebut kemerdekaan bagi bangsa kita Perjuangan inilah yang telah dikhianati oleh Orde Barunya Suharto dkk. Karena pengkhianatan ini, bukan saja Bung Karno telah dilikwidasi secara politik, melainkan juga secara fisik. Ajaran-ajaran beliau telah dilarang, Pancasila yang merupakan gagasan brilian beliau telah dipalsu menjadi barang dagangan yang menjijikkan, elan (semangat) revolusioner dalam mengabdi kepada kepentingan rakyat telah dipadamkan. Apa yang telah dibangun oleh Bung Karno selama lebih dari 40 tahun perjuangan telah dirusak habis-habisan oleh pemerintahan Orde Baru selama lebih dari 32 tahun. Kerusakan-kerusakan besar dan parah ini masih kita warisi sampai sekarang, dalam berbagai bentuknya dan, pula, beraneka-ragam bidangnya. Adalah menggembirakan bahwa walaupun menghadapi kesulitan yang banyak, rakyat kita (terutama kalangan generasi muda kita) tetap melakukan perjuangan dengan berbagai cara, untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintis oleh para pendiri Republik kita, terutama perjuangan Bung Karno.

Beraneka-ragam kesalahan dan pengkhianatan Orde Baru telah merupakan pelajaran pahit tetapi berharga bagi bangsa kita, yang sejak lama mendambakan terciptanya masyarakat adil dan makmur. Dosa-dosa besar regim militer Orde Baru yang telah merusak dan kemudian mencampakkan gagasan-gagasan besar Bung Karno dalam mempersatukan bangsa “tanpa pandang bulu” (termasuk golongan PKI), telah (dan sedang terus!) diadili oleh sejarah. Rakyat kita berhak penuh dan sah untuk minta pertanggungan jawab para tokoh Orde Baru atas pensabotan mereka terhadap tujuan revolusioner Proklamasi 17 Agustus 1945. Para tokoh Orde Baru ini bukan saja telah menghancurkan tujuan proklamasi Republik Indonesia, melainkan juga telah mencuri – bahkan terang-terangan merampok (!) – hasil perjuangan para perintis kemerdekaan kita. Mereka telah menumpuk kekayaan dan berpesta-pora dalam kemewahan di atas kuburan para perintis kemerdekaan dan di atas penderitaan jutaan pejuang selama revolusi. Para tokoh Orde Baru ini (yang dewasa ini masih mempunyai banyak simpatisan-simpatisan di kalangan Golkar, dan di sebagian dari kalangan militer atau di sebagian kalangan Islam) adalah, pada hakekatnya, pengkhianat revolusi. (Ma’af, kalau ungkapan ini terasa terlalu kasar. Sebab,bahasa lainnya tidak ada bagi mereka).

Republik Indonesia baru berdiri selama 57 tahun. Dibandingkan dengan sejarah bangsa-bangsa lainnya di dunia, jangka waktu ini termasuk yang masih singkat sekali. Karena, banyak di antara negara-negara lain yang sudah berumur lebih dari ratusan tahun, bahkan lebih dari 500 tahun. Namun, Republik kita mempunyai ciri-ciri dan pengalaman-pengalaman penting dan menonjol sekali. Selama lebih separoh umurnya telah dikangkangi oleh suatu regime militer yang kekejamannya terkenal di dunia, bukan saja oleh karena adanya pembantaian jutaan manusia tidak bersalah, melainkan juga diinjak-injaknya HAM dan kehidupan demokrasi secara besar-besaran dan sistematis, selama puluhan tahun (!!!).

Sekarang kita sedang menyongsong Hari Proklamasi 17 Agustus 2002. Kita tidak boleh melupakan begitu saja apa yang telah terjadi di masa lalu, sebagai pelajaran bagi generasi kita dewasa ini dan generasi di masa datang. Dengan mengingat pengalaman masa lalu, maka kita bisa memandang dengan lebih jernih arah yang perlu ditempuh oleh bangsa kita di masa depan. Sebab, masih banyak sekali kerusakan-kerusakan parah yang dibikin Orde Baru yang harus diperbaiki, di samping adanya begitu banyak masalah-masalah baru yang muncul. Oleh karena itu, bagi rakyat Indonesia tidak ada jalan lain, kecuali meneruskan perjuangan revolusioner untuk menuntaskan reformasi dan membersihkan tanah-air dari sampah-sampah Orde Baru, sambil terus mengkonsolidasi demokrasi. Dirgahayu-lah Republik Indonesia yang ber Bhinneka Tunggal Ika!

Chelsea F.C. (Chelsea Football Club), juga dikenal sebagai The Blues atau sebelumnya sebagai The Pensioners, adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermain di Liga Utama Inggris dan bermarkas di kota London. Klub ini didirikan oleh H.A. Mears pada tahun 1905, dan memiliki lapangan sendiri yang dapat menampung sekitar 42.360 penonton, bertempat di Fulham, London Barat.

Chelsea sudah menghabiskan banyak sejarah dalam dunia sepak bola Inggris, dan mengalami kesuksesan sebanyak dua periode, sepanjang tahun 1960-an dan awal 1970-an, kemudian pada akhir 1990-an hingga saat ini. Chelsea telah memenangi tiga gelar Liga Utama Inggris (1954-55, 2004-05, 2005-06), empat Piala FA (1970, 1997, 2000, 2007), empat Piala Liga (1965, 1998, 2005, 2007), dan dua Piala Winners (1971, 1998).

Manajer pertama adalah John Roberson (1905-1906). Chelsea menjuarai Liga Utama Inggris (Premiership) pada tahun 1955 pada masa jabatan Ted Drake sebagai manajer.

Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 – 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik milyader minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich. Tapi beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian keduanya, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.

Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Pada tahun 2006, Chelsea mampu kembali menjuarai Liga Utama Inggris. Tahun 2007, Chelsea berhasil juara Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Pada musim 2007-08, pelatih Jose Mourinho diganti oleh Avram Grant. Diawal masa kepelatiha Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu diajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi yang cukup baik itu tetap membuat Grant harus dipecat di akhir musim.

Chelsea memiliki beberapa pemain-pemain Inggris yang dianggap terbaik saat ini, di antaranya yaitu John Terry (kapten) dan Frank Lampard.

[sunting] Pemain-pemain terkenal

1900-an: William ‘Fatty’ Foulke, George ‘Gatling Gun’ Hilsdon, Robert McRoberts, John Tait Robertson, Ben Warren

1910-an: Jack Harrow, Nils Middelboe, Robert Whittingham

1920-an: Ben Howard Baker, Jack Cock, Tommy Law, Tommy Meehan, GR Mills, Jack Townrow, Bob Turnbull, Andrew Wilson

1930-an: Hughie Gallacher, Sam Weaver, Vic Woodley, George Mills

1940-an: John Harris, Tommy Lawton, Willi Steffen

1950-an: Ken Armstrong,Roy Bentley, Jimmy Greaves

1960-an: Frank Blunstone, Peter Bonetti, Eddie McCreadie, Ken Shellito, Bobby Tambling, Terry Venables

1970-an: Charlie Cooke, Ron Harris, John Hollins, Alan Hudson, Ian Hutchinson, Peter Osgood, Ray Wilkins

1980-an: Paul Canoville, Kerry Dixon, Pat Nevin, Nigel Spackman, David Speedie, Clive Walker

1990-an: Steve Clarke, Roberto Di Matteo, Ruud Gullit, Glenn Hoddle, Mark Hughes, Frank Leboeuf, Graeme Le Saux, Dan Petrescu, Gianluca Vialli, George Weah, Dennis Wise, Ed de Goey, Dimitri Kharine, Tore André Flo, Gianfranco Zola

2000-an: Marcel Desailly, Eiður Smári Guðjonsen, Jimmy Floyd Hasselbaink, John Terry, Frank Lampard, Carlo Cudicini, Damien Duff, Arjen Robben, Didier Drogba, Petr Čech, Paulo Ferreira, Michael Ballack, Andriy Shevcenko,Deco

Daftar pemain 2007/2008

Nomor Negara Nama pemain
Penjaga gawang
1 Petr Čech
23 Carlo Cudicini
40 Henrique Hilário
Pemain belakang
2 Branislav Ivanovic
3 Ashley Cole
6 Ricardo Carvalho
18 Wayne Bridge
20 Paulo Ferreira
22 Bosingwa
26 John Terry (kapten)
33 Alex Rodrigo Dias
35 Juliano Belletti
43 Ryan Bertrand
44 Michael Mancienne
Gelandang
20 Deco
5 Michael Essien
8 Frank Lampard (wakil kapten)
10 Joe Cole
12 Mikel John Obi
13 Michael Ballack
Pemain depan
11 Didier Drogba
14 Claudio Pizarro
21 Salomon Kalou
39 Nicolas Anelka
Manajer
- Luiz Felipe Scolari

CITY OF EVIL: Avenged Sevenfold ‘Ngamuk’ Di Album Tergress!

album ok
album ok

KONSER AVENGED SEVENFOLD [A7X] di Indonesia, terhitung sukses berat. Sekitar 500 orang waktu itu mendatangi konser band punk yang repotnya waktu itu, belum sempat merilis album di Indonesia. Toh sukses juga konsernya.

A7X dibentuk tahun 1999 di California, US, Band pemilik album ‘City of Evil’ ini diperkuat Zacky Vengeance (gitar), M.Shadows(vokal), Synyster Gates (gitar,piano), Johnny Christ (Bass) serta The Rev (drum). Di album ‘Waking the Fallen’ mereka mendapat support tinggi dari Rolling Stones dan menghasilkan penjualan 175.000 US. A7X bukan emo, mereka juga tidak mau dibilang screamo, tapi menurut mereka musik mereka adalah “Old School Metal”

Meski terlambat, tapi akhirnya album utuhnya dirilis di Indonesia. Album bertitel ‘City of Evil’ ini menjadi pengobat rindu fans-fans mereka yang selama ini mendapatkan lagunya dari internet atau import.

Album ini sebenarnya apik. Komposisi musikalnya seperti ditrack berjudul ‘Bat Country’ atau ‘Strength of The Wolrd’ menjadi track yang patut disimak baik-baik. Album ini meski terlambat, tetap bisa jadi jarahan fans yang tergila-gila.

Avenged Sevenfold Siap Menghentak Jakarta
Avenged Sevenfold Siap Menghentak Jakarta

Rabu, 3 September 2008 | 14:47 WIB

JAKARTA, RABU – Konser Panic At The Disco yang diadakan bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI kemarin bukanlah merupakan konser terakhir yang digelar oleh JAVA Musikindo di tahun 2008 ini.

Terbukti dengan rencana dan persiapan mendatangkan kembali artis asal Amerika, AVENGED SEVENFOLD untuk konser yang kedua kalinya di Jakarta dan akan menampilkan band asal negeri sendiri, JIBRIEL, dengan para personil Ozzy (vokal), Nara (gitar), Zaindra (gitar), Namora (bass) dan Fahri (drum), anak dari seorang musisi rock Achmad Albar sebagai band pembuka. Konser yang merupakan konser kesepuluh yang digelar JAVA di tahun 2008 ini Insya Allah akan diadakan pada hari Rabu, 22 Oktober 2008 bertempat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Setelah mengadakan beberapa konser sejak awal tahun 2008 ini, My Chemical Romance, Bjork, Incubus, Saosin, James Blunt, JAKARTA JAM! yang digelar selama dua hari dengan penampilan Andra and The Backbone, New Found Glory, Simple Plan di Day 1, lalu Day 2 diramaikan oleh Melanie, LostProphets, One Republic. Kemudian konser The Used, Panic At The Disco dengan band pembuka The Changcuters, kali ini AVENGED SEVENFOLD yang menjadi pilihan JAVA di bulan Oktober mendatang. Dengan banyaknya masukan dan permintaan dari para penggemarnya di Jakarta dan kota-kota lain, Insya Allah konser grup musik asal Amerika ini dapat sukses seperti konser pertama mereka di Jakarta tahun lalu yang telah menjaring sekitar 4500 penggemarnya.

AVENGED SEVENFOLD adalah grup yang beraliran musik rock yang berasal dari Amerika. Dengan kelima personilnya, M. Shadows (vocal), Synyster Gates (lead guitar), Zacky Vengeance (guitar), Johnny Christ (bass), dan The Reverend (drum), grup ini telah menghasilkan dua album.

Setelah sukses dengan dua albumnya, rencananya di bulan Oktober mendatang bersamaan dengan konsernya di Jakarta, lima cowok ini akan merilis album terbaru yang merupakan album ketiga mereka.

« Entri lama